Dikatakannya, upaya itu mulai dari pengaturan libur sekolah, kerja dari berbagai tempat, berbagai fasilitas seperti mudik gratis, dan berbagai inovasi untuk memperlancar lalu lintas, pelayanan kesehatan, dan lainnya.
“Kami mengecek di lapangan, bagaimana kesiapannya. Yang jelas sekarang adalah untuk mengawal pelaksanaan secara detail dan memonitor, serta merespon permasalahan di lapangan secara cepat,” jelas Pratikno.
Dirinya sampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras semua pihak yang terus melakukan sinergi untuk pelaksanaan Mudik Tahun 2025 berjalan baik.
“Semoga perjalanan mudik berjalan lancar, aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan kedatangan rombongan untuk mengecek kesiapan pelayanan mudik lebaran di Pelabuhan Penyeberangan Merak – Bakauheni.
advertisement
Dikatakan Listyo, perkiraan puncak arus mudik terjadi pada tanggal 28 Maret 2025. Terjadi penguraian di jalur penyeberangan dengan program diskon tiket kapal dan program kerja dari berbagai tempat (WFA).
“Terjadi peningkatan di H-10 sampai H-8 dibanding Lebaran Tahun 2024,” ungkap Kapolri.
Diperkirakan, lanjut Kapolri, masih ada sisa 170 ribu kendaraan yang akan menyeberang. Turut menjadi perhatian agar bisa terurai sehingga puncak arus mudik bisa berkurang.
“Untuk malam hari masih padat, sementara siang lenggang. Siang hari yang ada betul-betul dimanfaatkan, sehingga puncak arus mudik terurai,” jelasnya.
Dikatakan untuk kesiapan puncak arus mudik, sudah disiapkan juga kantong parkir jika terjadi puncak arus mudik.
Termasuk pengaturan pembagian penyeberangan oleh petugas di Pintu Tol Cilegon Timur melalui Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan BBJ Bojonegara.


Tinggalkan Balasan