Tampilkan Ringkasan Artikel

Ringkasan Berita

  • Pemkab Pandeglang meluncurkan program Orang Tua Asuh dengan menggandeng BUMN dan BUMD untuk mempercepat penurunan angka stunting.
  • Bupati Dewi Setiani mengapresiasi kolaborasi mitra seperti PLN, BPR Berkah, hingga bjb dalam mendukung pemberian makanan bergizi bagi keluarga berisiko stunting.
  • Prevalensi stunting di Kabupaten Pandeglang terus menunjukkan penurunan konsisten dari 37,8 persen pada tahun 2021 menjadi 26,4 persen pada tahun 2024.
AI Icon Ringkasan di Generate oleh MEOWCONNECT, BADAKPOS.com Artificial Intelligence

“Angka prevalensi kita pada 2021 adalah 37,8%, turun menjadi 29,4% di tahun 2022, kemudian 28,6% pada 2023, dan Alhamdulillah, di tahun 2024 kembali turun menjadi 26,4%,” rincinya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), Nuriah, menegaskan bahwa dukungan dari berbagai pihak sangat vital. Ia menyebut, Pemda memberikan penghargaan kepada para mitra atas kontribusinya.

Baca Juga:  Kukuhkan Pokja Jaga Desa se-Banten, Lesman Bangun Tekankan Pentingnya Pengawasan Publikasi Desa yang Transparan

“Pemerintah Daerah tidak akan maksimal tanpa dukungan semua pihak,” ujar Nuriah. Ia mencontohkan peran PT PLN yang secara konsisten memberikan bantuan makanan bergizi selama tiga bulan untuk diolah bagi keluarga berisiko stunting di Kecamatan Koroncong sebagai salah satu lokus intervensi. ***