Oleh : Femy Verawati Runtulalo, S.Kep., Ners (INM 20240000097)
Kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan berkelanjutan suatu daerah. Program Berani Sehat (Sehati) yang diinisiasi oleh Gubernur Sulawesi Tengah hadir sebagai jawaban nyata atas tantangan kesehatan masyarakat, khususnya di Kabupaten Poso, yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses dan pelayanan kesehatan.
Program Sehati menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan yang merata, efisien, dan tanpa hambatan biaya administratif. Dengan berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), masyarakat mendapatkan layanan kesehatan gratis yang mencakup pemeriksaan rutin, imunisasi, dan penanganan penyakit menular. Kebijakan ini sangat strategis mengingat status Poso sebagai daerah dengan risiko tinggi stunting dan penyakit menular yang memerlukan intervensi terintegrasi.
advertisement
Dukungan program ini tidak hanya dalam bentuk layanan medis, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan penguatan jejaring kesehatan di tingkat desa dan puskesmas. Pelibatan aktif komunitas melalui Posyandu dan kader kesehatan telah membuahkan hasil dalam menurunkan angka penyakit menular seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), yang terlihat dari peningkatan angka bebas jentik di kawasan rawan. Kolaborasi lintas sektor yang dicanangkan oleh Sehati juga menjadi modal penting untuk membangun budaya hidup sehat yang berkelanjutan di Kabupaten Poso.
Evaluasi pelaksanaan program Berani Sehat memperlihatkan bahwa layanan puskesmas dan fasilitas kesehatan primer kini menjadi lebih optimal dan inklusif. Hal ini sejalan dengan upaya mencapai Universal Health Coverage (UHC) di Provinsi Sulawesi Tengah, di mana Kabupaten Poso berperan signifikan dalam pencapaian tersebut. Dengan peningkatan akses dan kualitas pelayanan, angka kematian bayi dan balita yang selama ini menjadi tantangan utama dapat ditekan secara signifikan.
Lebih luas lagi, program Berani Sehat tidak hanya memberikan manfaat langsung berupa pelayanan kesehatan yang lebih baik, tetapi juga membuka peluang sosial dan ekonomi yang lebih luas. Dengan masyarakat yang sehat dan produktif, Poso dapat mengurangi beban biaya pengobatan dan meningkatkan daya saing wilayah.
Keterlibatan lintas sektor, mulai dari pemerintah desa hingga tokoh masyarakat, menjadi kekuatan utama dalam mensukseskan program ini. Melalui pendekatan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat, keberlanjutan program Berani Sehat diharapkan mampu membawa perubahan nyata di Poso.
Beberapa capaian yang telah terlihat antara lain:
· Penurunan signifikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan peningkatan angka bebas jentik di beberapa kawasan rawan.
· Peningkatan kualitas layanan dan akses yang lebih inklusif di puskesmas dan fasilitas kesehatan primer sepanjang tahun 2025.
· Penurunan angka kematian bayi dan balita sebagai dampak dari peningkatan pelayanan kesehatan dan intervensi gizi.
Gubernur Sulawesi Tengah dalam dukungannya terhadap Program Berani Sehat menyatakan:
“Berani Sehat Sehati bukan hanya program layanan kesehatan semata, tetapi merupakan komitmen pemerintah dalam memastikan hak setiap warga untuk memperoleh akses kesehatan yang adil dan merata tanpa terkendala biaya administratif. Ini adalah langkah strategis menuju pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.”
Femy Verawati Runtulalo, S.Kep., Ners, sebagai Kepala UPT Puskesmas Mayoa, Kabupaten Poso, menambahkan:
“Pelibatan aktif masyarakat melalui Posyandu dan kader kesehatan telah membuahkan hasil nyata dalam menekan angka penyakit menular, khususnya Demam Berdarah Dengue. Program ini juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi dan pemberdayaan.”
Sebagai penutup, program Berani Sehat merupakan contoh kebijakan publik yang responsif dan inklusif, sesuai dengan prinsip keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan. Keberhasilan program ini dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia dalam mewujudkan pemerataan pelayanan kesehatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di tengah dinamika sosial yang ada.
Penulis : Kepala UPT Puskesmas Mayoa, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah
Mahasiswa Universitas Indonesia Maju, Prodi Magister Kesehatan Masyarakat


Tinggalkan Balasan