Ringkasan Berita
- SMSI menggelar Training Center Pokja Newsroom Jaga Desa di Banten sebagai langkah strategis membangun ekosistem informasi dan pembangunan desa yang terintegrasi.
- Ketua Umum SMSI Firdaus mendorong pemilik media siber melakukan diversifikasi bisnis untuk menjaga keberlanjutan perusahaan di tengah tantangan ekonomi media.
- Program Jaga Desa difokuskan pada peningkatan transparansi publik, pelatihan jurnalistik bagi perangkat desa, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Serang, (Badakpos.com) — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar kegiatan Training Center (TC) Pokja Newsroom Jaga Desa Tingkat Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Banten yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) DPRD Provinsi Banten. Pada Kamis, 23/07/26
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum SMSI Pusat, Drs. Firdaus, menyampaikan paparan mendalam mengenai arah strategis, tantangan industri media saat ini, hingga pentingnya pembentukan Newsroom Jaga Desa sebagai gerakan terintegrasi pertama di Indonesia.
Penguatan Struktur dan Diversifikasi Usaha
Dalam pemaparannya, Firdaus menegaskan bahwa dinamika ekonomi media saat ini menuntut para pemilik media siber untuk beradaptasi dan tidak lagi hanya bergantung pada pola konvensional. Pengurus dan anggota SMSI didorong untuk melakukan diversifikasi bisnis guna menopang keberlanjutan perusahaan media.
“Kita harus sadar akan posisi kita sebagai pengusaha media. Ekonomi media konvensional terus mengalami perubahan. Oleh karena itu, kita harus mampu memanfaatkan kekuatan organisasi dan jaringan untuk melakukan diversifikasi usaha serta membangun ekosistem yang berkelanjutan,” tegas Firdaus di hadapan para peserta TC.
Firdaus menjelaskan bahwa program Newsroom Jaga Desa merupakan langkah terobosan yang terintegrasi antara SMSI, organisasi kemitraan (Apdesis), dan Kejaksaan. Banten menjadi salah satu daerah percontohan setelah melalui evaluasi dan penyempurnaan dari uji coba sebelumnya di Bali dan Lampung.
advertisement
Melalui Pokja Jaga Desa, SMSI tidak hanya berperan sebagai fungsi kontrol sosial, tetapi juga hadir sebagai mitra strategis dalam mendorong transparansi, mediasi, serta pembangunan ekonomi masyarakat desa.


Tinggalkan Balasan