Ringkasan Berita
- Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menandatangani BAST percepatan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) bersama Kemendikdasmen.
- Kabupaten Pandeglang menjadi salah satu dari 30 daerah di Indonesia yang terpilih untuk melaksanakan program prioritas nasional pembangunan SNT.
- Pembangunan fisik SNT di Kecamatan Banjar ditargetkan mulai pada tahun 2026 dan siap beroperasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada tahun 2027.
BADAKPOS.COM, TANGERANG – Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) percepatan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Penandatanganan tersebut dilaksanakan di Hotel Episode, Kota Tangerang, Kamis (30/7/2026).
Penandatanganan BAST ini menjadi salah satu tahapan penting dalam percepatan pembangunan SNT yang merupakan program prioritas nasional. Kabupaten Pandeglang menjadi satu dari 30 kabupaten/kota di Indonesia yang ditetapkan sebagai lokasi pembangunan SNT dan masuk dalam gelombang kedua. Pembangunan fisik rencananya akan dimulai pada tahun 2026 dan ditargetkan beroperasi pada tahun 2027.
Usai penandatanganan, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kemendikdasmen, atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Pandeglang sebagai salah satu daerah penerima program tersebut.
Menurutnya, kehadiran SNT akan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak sumber daya manusia unggul di Kabupaten Pandeglang.
”Kami berharap seluruh tahapan dapat dipercepat sehingga pembangunan fisik SNT bisa segera dimulai pada tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Pandeglang siap mendukung dan menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi yang dibutuhkan,” ujar Bupati Dewi.
Ia menjelaskan, tahapan dokumentasi persyaratan akan segera diselesaikan oleh Pemerintah Daerah sehingga target pelaksanaan pembangunan di tahun 2026 dapat tercapai, dan kelak SNT dapat menghasilkan generasi muda yang bertalenta di bidangnya masing-masing.
”Apabila seluruh tahapan tersebut telah selesai, maka pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kabupaten Pandeglang dapat segera dilaksanakan oleh Kemendikdasmen sesuai target yang telah ditetapkan,” katanya.
advertisement
Bupati Dewi menegaskan bahwa SNT merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2026. Oleh karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat bersinergi agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa kendala.
”Kami optimistis kehadiran SNT akan menjadi lompatan besar bagi dunia pendidikan di Pandeglang, sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak daerah untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan berdaya saing global,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang, Sutoto, mengatakan lokasi pembangunan SNT berada di Kampung Cibogo, Desa Pasir Awi, Kecamatan Banjar, dengan luas lahan mencapai 26,25 hektare.
”Setelah proses serah terima lahan dari Badan Bank Tanah kepada Kemendikdasmen selesai, maka akan dilanjutkan dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED), kemudian proses AMDAL dan tahapan lainnya. Kami optimistis seluruh proses tersebut dapat berjalan dengan cepat,” jelas Sutoto.
Acara penandatanganan BAST ini dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemerintah daerah dan pihak terkait yang telah memberikan dukungan terhadap percepatan pembangunan SNT.
”SNT merupakan program prioritas nasional yang diamanatkan langsung oleh Bapak Presiden melalui Instruksi Presiden. Karena itu, kita harus melakukan langkah nyata dan cepat agar program ini dapat segera terealisasi,” ujar Suharti.
Ia menambahkan, pembangunan SNT bertujuan menghadirkan layanan pendidikan yang lebih bermutu sekaligus mencetak generasi muda yang memiliki talenta unggul.
”Kita ingin memberikan pendidikan terbaik bagi peserta didik. Ini adalah pekerjaan bersama dan bukan pekerjaan yang mudah. Melalui SNT, kita ingin menjaring murid-murid terbaik untuk kemudian dibina secara optimal agar menjadi generasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” paparnya.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Nonformal dan Informal (Ditjen PAUD Dikdasmen/PNFI), Gogot Suharwoto, mengatakan SNT dirancang untuk menjamin kualitas capaian belajar peserta didik sekaligus menjawab kebutuhan kompetensi di tingkat nasional maupun internasional.
”Sekolah Nasional Terintegrasi akan menjadi pusat rujukan bagi sekolah-sekolah di sekitarnya, baik dalam sistem pembelajaran, pengelolaan guru dan tenaga kependidikan, maupun pengembangan sarana dan prasarana pendidikan. Dengan demikian, kehadiran SNT diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan