Ringkasan Berita
- Mahasiswa KKM Uniba menggelar penyuluhan pertanian di Desa Panyirapan untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan gagal panen kepada petani setempat.
- Narasumber dari Dinas Pertanian memberikan materi tentang strategi pengendalian hama serta pengenalan konsep pertanian modern guna meningkatkan produktivitas padi.
- Para petani menyambut positif kegiatan ini karena memperoleh ilmu baru untuk menggantikan metode tradisional serta mendapatkan bantuan bibit dan obat tanaman.

SERANG (Badakpos.com) – Ratusan petani di Kampung Kadubiuk, Desa Panyirapan, Kabupaten Serang, kini memiliki bekal baru untuk menghadapi ancaman gagal panen. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 47 Universitas Bina Bangsa (Uniba) menggelar penyuluhan pertanian bertajuk “Optimalisasi Perawatan Tanaman Padi untuk Mencegah Gagal Panen”, Senin (3/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Mang Epul itu diikuti 50 petani dari RW 06, meliputi RT 15, RT 16, dan RT 17. Mereka tampak antusias menyimak pemaparan narasumber dari Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Elah Suhaelah, SP., MP.
Dalam penyampaian materinya, Elah Suhaelah mengupas tuntas berbagai hama utama yang kerap menyerang tanaman padi. Mulai dari jenis hama, gejala serangan, ekobiologi, hingga strategi pengendalian secara efektif dan terpadu.
“Petani harus mengenali musuh mereka sebelum bisa mengalahkannya. Pemahaman tentang hama adalah kunci pertama pencegahan gagal panen,” ujar Elah di hadapan para peserta.
Tak hanya itu, ia juga memperkenalkan konsep Pertanian Modern (PM-AAS) dalam budidaya padi. Metode ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan petani jika diterapkan dengan konsisten.
advertisement
Sesi tanya jawab menjadi momen paling dinanti. Para petani berebut mengajukan pertanyaan seputar kendala yang mereka hadapi di sawah. Sebagai bentuk apresiasi, Dinas Pertanian Kabupaten Serang membagikan hadiah bagi peserta paling aktif, berupa bibit cabai dan obat-obatan khusus tanaman padi.


Tinggalkan Balasan