Ringkasan Berita
- Kementerian Agama mempersiapkan seleksi CAT TKHI 2026 dengan acuan regulasi terbaru, yakni Perpres Nomor 92 Tahun 2025.
- Materi seleksi bagi apoteker mencakup regulasi haji, kompetensi teknis kefarmasian, manajemen rantai dingin obat, serta aritmetika dasar dan logika.
- Peserta diuji mengenai kemampuan pelayanan, termasuk penggunaan bahasa Arab dan Inggris untuk berinteraksi dengan jemaah serta tenaga medis di Arab Saudi.

Jakarta, Badakpos.com – Seleksi Computer Assisted Test (CAT) untuk Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) tahun 2026 diprediksi akan kembali menjadi sorotan. Kementerian Agama melalui Badan Penyelenggara Haji dan Umrah (BP Haji) dikabarkan telah menyiapkan kisi-kisi terbaru yang mengacu pada regulasi Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.
Bagi para apoteker yang berminat menjadi petugas kesehatan haji, persiapan matang menjadi kunci utama. Berdasarkan penelusuran dari portal resmi petugas.haji.go.id dan materi kisi-kisi umum seleksi tahun-tahun sebelumnya, berikut disajikan simulasi soal yang mencakup tujuh kategori utama yang diujikan.
Regulasi Haji dan Tata Kelola Pemerintahan
Materi regulasi menjadi fondasi penting dalam seleksi. Salah satu contoh soal yang kerap muncul berkaitan dengan kelembagaan pasca terbitnya Perpres 92/2025.
“Berdasarkan Perpres Nomor 92 Tahun 2025, lembaga yang diberikan mandat mengelola keuangan haji dan memberikan nilai manfaat kepada jemaah adalah…”
Pilihan jawaban mengerucut pada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Dalam struktur kelembagaan terbaru, BPKH berperan mengelola dana haji, sementara penyelenggaraan operasional berada di bawah koordinasi BP Haji.
advertisement
Pemahaman tentang struktur Kemenhaj dan prinsip pelayanan publik juga menjadi bahan uji. Peserta dituntut memahami bahwa pelayanan kesehatan haji harus memprioritaskan jemaah lanjut usia (lansia) dan kelompok berisiko tinggi (risti) tanpa diskriminasi.
Kompetensi Kefarmasian dan Pengelolaan Obat
Bagi profesi apoteker, kompetensi teknis kefarmasian menjadi bobot penilaian tertinggi. Soal-soal yang diujikan mencakup pengelolaan obat, formularium haji, hingga penanganan kegawatdaruratan medis.
“Seorang apoteker TKHI menerima 3 koli vaksin meningitis dari embarkasi yang harus disimpan pada suhu 2-8 derajat Celcius. Selama perjalanan 6 jam menuju pemondokan di Makkah, metode penyimpanan yang paling tepat adalah…”
Jawaban yang diharapkan adalah penggunaan cool box dengan ice gel yang dikalibrasi dan dilengkapi data logger untuk memonitor suhu selama transit. Hal ini menunjukkan pentingnya manajemen rantai dingin (cold chain management) dalam distribusi vaksin.
Selain itu, pemahaman tentang Formularium Obat Haji Indonesia juga menjadi materi wajib. Contohnya, penanganan serangan asma akut yang harus tersedia di kantong kesehatan jemaah adalah Salbutamol Inhaler atau Nebulizer sebagai bronkodilator kerja cepat lini pertama.
Logika, Analisis, dan Aritmetika Dasar
Kemampuan berpikir logis dan analitis menjadi bagian tak terpisahkan dari seleksi. Berikut contoh soal aritmetika yang menguji kemampuan kalkulasi peserta:
“Sebuah kloter terdiri dari 390 jemaah. Jika 15 persen dari total jemaah adalah lansia dan 60 persen dari lansia tersebut adalah perempuan, berapa jumlah jemaah lansia perempuan?”
Jawaban yang tepat adalah 35 orang. Perhitungannya: 15 persen dari 390 adalah 58 jemaah lansia, kemudian 60 persen dari 58 adalah sekitar 35 orang lansia perempuan.
Soal penalaran logis juga hadir dalam bentuk silogisme. Peserta diminta menarik kesimpulan dari premis-premis yang diberikan, seperti hubungan antara profesi apoteker, petugas kesehatan, dan tim gerak cepat.
Prosedur Pelayanan dan Kemampuan Bahasa
Pelayanan jemaah dari embarkasi hingga layanan di Arab Saudi menuntut kesiapan komunikasi. Soal bahasa Arab dan Inggris menjadi alat ukur kemampuan berinteraksi dengan jemaah maupun tenaga medis setempat.
“Kalimat bahasa Arab yang tepat untuk menanyakan ‘Apakah Anda membutuhkan bantuan?’ adalah…”
Jawaban yang benar adalah “Hal tahtaaju ila musaa’adah?”. Sementara dalam bahasa Inggris, peserta juga diuji kemampuan memberikan instruksi minum obat seperti “Three times a day after meals” untuk menjelaskan aturan minum obat tiga kali sehari setelah makan.
Kesehatan Haji dan Manajemen Risiko
Pemahaman tentang penyakit yang sering terjadi selama ibadah haji menjadi materi krusial. Serangan jantung (cardiovascular disease) tercatat sebagai penyebab kematian tertinggi pada jemaah haji Indonesia, terutama saat puncak haji di Arafah-Mina.
Pencegahan heat stroke saat wukuf juga menjadi perhatian. Peran apoteker tidak hanya menyediakan obat, tetapi juga mengedukasi jemaah untuk menjaga hidrasi dan menghindari paparan matahari langsung.
“Jika terjadi kejadian luar biasa keracunan makanan di pemondokan, langkah pertama apoteker dalam manajemen logistik adalah…”
Jawaban yang tepat adalah menyiapkan stok obat anti-diare, oralit, dan mengecek ketersediaan cairan infus. Pemberian antibiotik massal tanpa indikasi justru berisiko menyebabkan resistensi.
Persiapan Menghadapi Seleksi
Para calon peserta seleksi TKHI 2026 disarankan untuk mempelajari secara mendalam Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2025 beserta peraturan turunannya. Selain itu, pemahaman terhadap pedoman teknis BP Haji dan formularium obat haji terbaru menjadi modal utama.
Simulasi soal di atas merupakan gambaran umum berdasarkan kisi-kisi yang beredar. Peserta tetap diimbau untuk memantau informasi resmi melalui portal petugas.haji.go.id untuk mendapatkan update terkini terkait jadwal, persyaratan, dan materi seleksi.
Dengan persaingan yang ketat, persiapan yang matang dan pemahaman menyeluruh terhadap materi menjadi kunci keberhasilan menjadi bagian dari Tim Kesehatan Haji Indonesia 2026. (BP1)
Berikut lampiran sellengkapnya.
Simulasi Soal CAT Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) 2026 — Profesi Apoteker
Jumlah Soal: 35 Butir | Waktu: 40 Menit
A. REGULASI HAJI TERBARU & TATA KELOLA PEMERINTAHAN
1. Berdasarkan Perpres Nomor 92 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, lembaga pemerintah yang diberikan mandat untuk mengelola keuangan haji dan memberikan nilai manfaat kepada jemaah adalah…
A. Kementerian Agama (Kemenag)
B. Kementerian Kesehatan (Kemenkes)
C. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH)
D. Badan Penyelenggara Haji dan Umrah (BP Haji)
Jawaban: C. BPKH
Pembahasan: BPKH bertugas mengelola keuangan haji, sedangkan penyelenggaraan operasional berada di bawah koordinasi BP Haji.
2. Dalam struktur tata kelola terbaru pasca terbitnya Perpres 92/2025, penanggung jawab utama dalam pelaksanaan operasional ibadah haji di lapangan, baik di embarkasi maupun Arab Saudi, adalah…
A. Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi
B. Kepala Badan Penyelenggara Haji dan Umrah
C. Ketua Komisi VIII DPR RI
D. Menteri Agama
Jawaban: B. Kepala Badan Penyelenggara Haji dan Umrah
Pembahasan: Perpres 92/2025 mengalihkan fungsi penyelenggaraan ibadah haji dari Kemenag ke BP Haji, meskipun koordinasi kebijakan tetap melibatkan pemerintah.
3. Prinsip pelayanan publik dalam konteks ibadah haji menuntut petugas kesehatan untuk bersikap…
A. Prioritas melayani jemaah lansia dan berisiko tinggi (risti)
B. Membeda-bedakan jemaah berdasarkan asal daerah
C. Hanya melayani jemaah yang mampu berkomunikasi dengan baik
D. Memprioritaskan jemaah yang memiliki jabatan tinggi
Jawaban: A. Prioritas melayani jemaah lansia dan berisiko tinggi (risti)
Pembahasan: Prinsip keadilan dan keselamatan pasien menuntut prioritas pada kelompok rentan (lansia, risti) tanpa diskriminasi.
B. KOMPETENSI KEFARMASIAN & PENGELOLAAN OBAT
4. Seorang apoteker TKHI menerima 3 koli vaksin meningitis dari embarkasi. Vaksin tersebut harus disimpan pada suhu 2-8 derajat Celcius. Selama perjalanan menuju pemondokan di Makkah (asumsi 6 jam), metode penyimpanan yang paling tepat untuk menjaga stabilitas obat adalah…
A. Dimasukkan ke dalam koper pakaian agar tidak terpapar sinar matahari langsung
B. Dimasukkan ke dalam cool box dengan ice gel yang dikalibrasi dan data logger
C. Dibiarkan pada suhu ruangan karena vaksin sudah dikemas khusus
D. Disimpan di dalam tas hitam agar suhu tetap hangat
Jawaban: B. Cool box dengan ice gel dan data logger
Pembahasan: Cold chain management wajib dijaga. Data logger diperlukan untuk memonitor suhu selama transit.
5. Dalam Formularium Obat Haji Indonesia, obat untuk penanganan serangan asma akut yang wajib tersedia di kantong kesehatan jemaah (KKJ) adalah…
A. Aminofilin Injeksi
B. Salbutamol Inhaler / Nebulizer
C. Deksametason Tablet
D. Kodein Tablet
Jawaban: B. Salbutamol Inhaler
Pembahasan: Salbutamol adalah bronkodilator kerja cepat (reliever) lini pertama untuk serangan asma akut.
6. Seorang jemaah datang dengan keluhan diare tanpa dehidrasi. Sebagai apoteker, edukasi dan terapi awal yang sesuai dengan pedoman pengobatan haji adalah…
A. Pemberian Loperamid dan antibiotik spektrum luas
B. Pemberian Oralit dan Zinc
C. Pemberian Bisakodil dan banyak istirahat
D. Pemberian Antasida dan diet tinggi serat
Jawaban: B. Oralit dan Zinc
Pembahasan: Penanganan diare utama adalah rehidrasi (Oralit). Zinc membantu mempersingkat durasi diare. Antibiotik tidak diberikan tanpa indikasi infeksi bakteri spesifik.
C. LOGIKA, ANALISIS, & ARITMETIKA
7. Sebuah kloter terdiri dari 390 jemaah. Rasio jemaah laki-laki dan perempuan adalah 6:7. Jika 15% dari total jemaah adalah lansia (di atas 65 tahun), berapakah jumlah jemaah lansia perempuan jika diketahui 60% lansia adalah perempuan?
A. 23 orang
B. 35 orang
C. 42 orang
D. 58 orang
Jawaban: B. 35 orang
Pembahasan: Total lansia = 15% × 390 = 58,5 (dibulatkan 58). Lansia perempuan = 60% × 58 = 34,8 (dibulatkan 35).
8. Dalam laporan logistik, apoteker mencatat bahwa 1 botol sirup obat batuk hitam habis untuk 6 pasien dalam sehari. Jika saat ini ada 40 pasien batuk dan setiap pasien membutuhkan dosis yang sama, berapa botol yang dibutuhkan dalam 3 hari?
A. 15 botol
B. 18 botol
C. 20 botol
D. 24 botol
Jawaban: C. 20 botol
Pembahasan: Kebutuhan per hari = 40/6 = 6,67 botol ≈ 7 botol/hari. Kebutuhan 3 hari = 7 × 3 = 21 botol. Opsi terdekat adalah 20 botol (dengan asumsi penggunaan parsial).
9. Semua apoteker adalah petugas kesehatan. Beberapa petugas kesehatan adalah anggota tim gerak cepat. Maka…
A. Semua apoteker adalah anggota tim gerak cepat
B. Beberapa apoteker mungkin merupakan anggota tim gerak cepat
C. Tidak ada apoteker yang menjadi anggota tim gerak cepat
D. Semua anggota tim gerak cepat adalah apoteker
Jawaban: B. Beberapa apoteker mungkin merupakan anggota tim gerak cepat
Pembahasan: Ini adalah penalaran silogisme dasar. “Beberapa” menunjukkan kemungkinan, bukan kepastian.
D. PROSEDUR PELAYANAN JEMAAH & BAHASA
10. Saat di Bandara Embarkasi, seorang jemaah terpisah dari rombongan dan tidak bisa berbahasa Indonesia, hanya bisa bahasa Arab. Kalimat bahasa Arab yang tepat untuk menanyakan “Apakah Anda membutuhkan bantuan?” adalah…
A. “Man anta?” (Siapa kamu?)
B. “Hal tahtaaju ila musaa’adah?” (Apakah Anda butuh bantuan?)
C. “Ayna taskun?” (Dimana kamu tinggal?)
D. “Ma hadza?” (Apa ini?)
Jawaban: B. “Hal tahtaaju ila musaa’adah?”
Pembahasan: Ini adalah pertanyaan standar untuk menawarkan bantuan kepada jemaah Arab atau penyandang disabilitas bahasa.
11. Seorang jemaah wanita tua di pesawat tiba-tiba mengalami sesak napas. Obat yang paling tepat diberikan sebagai pertolongan pertama jika riwayat penyakit jantung (gagal jantung akut) dicurigai dan tersedia di tas emergency adalah…
A. Salbutamol Inhaler
B. Nitrogliserin Sublingual
C. Parasetamol Tablet
D. Omeprazol Injeksi
Jawaban: B. Nitrogliserin Sublingual
Pembahasan: Pada kondisi sesak karena dugaan jantung (CHF/angina), nitrogliserin membantu melebarkan pembuluh darah. Namun perlu kepastian tidak ada kontraindikasi tensi rendah.
12. Istilah dalam Bahasa Inggris untuk menginformasikan waktu minum obat “Tiga kali sehari setelah makan” adalah…
A. Three times a day before meals
B. Three times a day after meals
C. Once a day in the morning
D. Twice a day with milk
Jawaban: B. Three times a day after meals
Pembahasan: Kosakata dasar farmasi yang wajib dikuasai saat berinteraksi dengan jemaah asing atau tenaga medis Arab Saudi.
E. KESEHATAN HAJI & MANAJEMEN RISIKO
13. Penyakit yang paling sering menyebabkan kematian dan perawatan intensif pada jemaah haji Indonesia, terutama saat puncak haji di Arafah-Mina, adalah…
A. Diare akut
B. Serangan jantung (Cardiovascular Disease)
C. Dermatitis
D. Fraktur tulang
Jawaban: B. Serangan jantung
Pembahasan: Kardiovaskular (gagal jantung, infark) adalah penyebab kematian tertinggi pada jemaah haji, disusul penyakit pernapasan.
14. Terjadinya kondisi “Heat Stroke” pada jemaah saat wukuf di Arafah adalah risiko yang sangat tinggi. Tindakan pencegahan yang paling tepat dilakukan oleh tim kesehatan, khususnya apoteker, adalah…
A. Menyediakan obat penurun panas dalam jumlah banyak
B. Mengedukasi jemaah untuk banyak minum air putih dan menghindari paparan matahari langsung
C. Menyediakan selimut tebal untuk mencegah masuk angin
D. Melarang jemaah keluar tenda sepanjang hari
Jawaban: B. Edukasi hidrasi dan hindari paparan matahari
Pembahasan: Pencegahan primer adalah kunci. Peran apoteker adalah konseling tentang pentingnya elektrolit dan hidrasi.
15. Jika terjadi kejadian luar biasa (KLB) keracunan makanan di pemondokan, langkah pertama apoteker dalam manajemen logistik adalah…
A. Menunggu instruksi dari Daker
B. Menyiapkan stok obat anti-diare dan oralit serta mengecek ketersediaan cairan infus
C. Mengunci gudang obat agar tidak diambil
D. Membagikan antibiotik kepada semua jemaah
Jawaban: B. Menyiapkan stok anti-diare, oralit, dan infus
Pembahasan: Kesiapsiagaan logistik adalah tanggung jawab apoteker. Antibiotik tidak boleh diberikan massal tanpa indikasi (menyebabkan resistensi).
16. Dalam regulasi kesehatan haji, vaksin yang WAJIB diberikan kepada jemaah haji Indonesia sebelum berangkat adalah…
A. Vaksin Meningitis Meningokokus
B. Vaksin COVID-19
C. Vaksin Influenza
D. Vaksin Hepatitis B
Jawaban: A. Vaksin Meningitis
Pembahasan: Meningitis adalah syarat wajib visa haji. Vaksin lain seperti Influenza atau COVID-19 bersifat rekomendasi/pelengkap.
17. Istilah teknis “ISTITA’AH KESEHATAN” dalam konteks haji modern mengacu pada…
A. Kemampuan finansial untuk membayar ONH
B. Kemampuan fisik dan mental jemaah untuk menjalankan ibadah haji
C. Kemampuan membaca doa haji
D. Kelengkapan administrasi paspor
Jawaban: B. Kemampuan fisik dan mental
Pembahasan: Istithaah kesehatan adalah syarat utama yang ditekankan saat ini, di mana jemaah harus sehat secara fisik dan mental.
18. Seorang jemaah dengan hipertensi bertanya kepada apoteker: “Bolehkah saya tidak minum obat karena tensi saya sudah normal?” Respon yang paling tepat adalah…
A. Boleh, karena tensi sudah normal
B. Jangan, tetap lanjutkan minum obat karena normalnya tensi adalah efek dari obat yang diminum
C. Boleh, tapi dosisnya dikurangi setengah
D. Minum obat hanya jika kepala pusing saja
Jawaban: B. Jangan, tetap lanjutkan minum obat
Pembahasan: Hipertensi adalah penyakit kronis. Obat antihipertensi berfungsi mengontrol, bukan menyembuhkan. Menghentikan obat berisiko menyebabkan lonjakan tensi (stroke).
KUNCI JAWABAN & SKORING
| No | Jawaban | No | Jawaban | No | Jawaban |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | C | 7 | B | 13 | B |
| 2 | B | 8 | C | 14 | B |
| 3 | A | 9 | B | 15 | B |
| 4 | B | 10 | B | 16 | A |
| 5 | B | 11 | B | 17 | B |
| 6 | B | 12 | B | 18 | B |
Bobot Nilai: 1 poin per soal
Nilai Maksimal: 18 poin


Tinggalkan Balasan