Tampilkan Ringkasan Artikel

Ringkasan Berita

  • Diskoperindag Kabupaten Pandeglang menyelenggarakan pelatihan keterampilan bagi wirausahawan baru untuk mendukung sektor pariwisata daerah.
  • Sebanyak 50 peserta mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan keterampilan teknis kerajinan berbahan batok kelapa untuk dijadikan suvenir bernilai ekonomis.
  • Program ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dan kompetensi pelaku usaha mikro dalam menggali peluang bisnis yang mendukung pengembangan pariwisata.
AI Icon Ringkasan di Generate oleh MEOWCONNECT, BADAKPOS.com Artificial Intelligence

Pandeglang – Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pandeglang menggelar pelatihan bagi para wirausahawan baru. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan kemampuan para wirausahawan untuk mampu berinovasi dab berkontribusi dalam
pengembangan pariwisata di daerah.

“Yang ikut pelatihan ini bisa mengembangkan bakatnya dalam pembuatan kerajinan tangan sehingga bisa dijadikan sebagai sovenir.” Hal demikian disampaikan Bupati Pandeglang Irna Narulita saat membuka pelatihan keterampilan teknis penunjang kepariwisataan pada program pemberdayaan usaha mikro di Hotel Rizki, Senin (16/24).

Baca Juga:  Pemkab Pandeglang Segera Tunjuk Plt Sekda Gantikan Almarhum Ali Fahmi Sumanta

Bupati Irna meyakini kerajinan yang dilatih ini akan mendatangkan nilai ekonomi bagi para pelaku usaha mikro. Terlebih, diungkapkan Bupati Irna, sumberdaya dan potensi yang tersedia sangat besar di Pandeglang.

advertisement Iklan Artikel 1
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Batok kelapa ini saat sudah diukir ternyata punya nilai jual. Ini bisa dibuat lampu hias, cangkir minum, mangkuk, teko, celengan, kalung, gantungan kunci, tempat tisu, dll,” ungkapnya.

Sementara Kepala Diskoperindag Pandeglang Bunbun Buntaran mengatakan, pelatihan kali ini diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari wilayah prioritas pariwisata Kabupaten Pandeglang terutama Wilayah Selatan.

Baca Juga:  Bupati Perintahkan OPD Segera Ajukan SPM ke BPKAD

advertisement Iklan Artikel 2

“Dari 50 peserta ini, 25 peserta diantaranya akan mendapatkan pelatihan kewirausahaan, dan 25 peserta
lainnya akan mendapatkan pelatihan keterampilan teknis pembuatan batok kelapa sebagai komoditas suvenir wisatawan”, ungkapnya.

Lebih lanjut Bunbun mengatakan, pelatihan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga inspirasi bagi para peserta untuk lebih kreatif dalam menggali peluang-peluang usaha yang berkaitan dengan pariwisata.

“Saya berharap, melalui pelatihan ini, para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Jadikan pelatihan ini sebagai sarana untuk memperluas wawasan, memperdalam pengetahuan, dan membangun jaringan yang dapat mendukung kesuksesan usaha kedepan”, pungkasnya. (Bp-1)