Tampilkan Ringkasan Artikel

Ringkasan Berita

  • Badan Riset dan Inovasi Mathla'ul Anwar (BRIMA) sukses menggelar bedah buku biografi Kiai Embay Mulya Syarief sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusinya di berbagai bidang.
  • Acara bedah buku yang bertepatan dengan ulang tahun ke-73 Kiai Embay ini menghadirkan 12 pakar dan akademisi untuk mengupas sosoknya sebagai pemimpin inklusif dan moderat.
  • Kegiatan ini bertujuan melestarikan tradisi intelektual serta mengenalkan keteladanan Kiai Embay dalam bidang pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat.
AI Icon Ringkasan di Generate oleh MEOWCONNECT, BADAKPOS.com Artificial Intelligence

Dalam aspek kepemimpinan, Prof. Ahmad Sarbini, Direktur Pascasarjana UIN Bandung, mengangkat nilai-nilai kepemimpinan Kiai Embay yang dapat diadopsi dalam pengembangan pendidikan. Senada dengan itu, Prof. Amin Suma, Ketua Umum HISSI dan Guru Besar UIN Jakarta, membahas bagaimana Kiai Embay memperkuat jaringan ulama dan organisasi Islam, serta Prof. Euis Amalia, Guru Besar Ekonomi Syariah UIN Jakarta, menyoroti kontribusinya dalam ekonomi syariah dan pemberdayaan umat. Dari sisi sosial dan budaya, Prof. Lili Romli, Ahli Peneliti Utama BRIN, menjelaskan bagaimana Kiai Embay membangun dialog antara agama, budaya, dan ilmu pengetahuan. Bonnie Triyana, sejarawan sekaligus anggota DPR RI, membahas jejak historis Kiai Embay sebagai pemimpin perubahan sosial di Banten, sedangkan Prof. Ari Sandhyavitri, Guru Besar Universitas Riau, menyoroti relevansi nilai-nilai kepemimpinan Kiai Embay dalam konteks teknologi dan rekayasa berkelanjutan.

Baca Juga:  Keren, Universitas Serang Raya Borong Penghargaan pada Anugerah Humas Diktiristek (AHD) 2024

Melalui berbagai perspektif ini, semakin jelas bahwa Kiai Embay bukan hanya seorang ulama, tetapi juga seorang pemimpin yang memiliki visi luas dalam pendidikan, sosial, ekonomi, dan budaya. Kontribusinya yang nyata dalam berbagai bidang menjadikan sosoknya sebagai inspirasi bagi banyak kalangan, terutama generasi muda yang ingin mengembangkan kepemimpinan berbasis nilai-nilai inklusif dan berkeadilan.

Apresiasi Kiai Embay terhadap Bedah Buku

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Embay menyampaikan rasa terima kasihnya kepada penulis buku, BRIMA, serta para akademisi yang telah memberikan perspektif berharga mengenai perjalanan hidupnya.

advertisement Iklan Artikel 1
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Eko Supriatno yang telah menulis biografi saya dengan sangat teliti dan mendalam. Semoga biografi ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara,” ungkapnya.

Baca Juga:  Temu Akbar dan Milad ke-110 Mathla’ul Anwar : Momentum Memperkuat Peran Pendidikan, Dakwah, dan Pengabdian untuk Bangsa

Respon Luar Biasa terhadap Buku Biografi Kiai Embay

Buku ini mendapatkan sambutan hangat dari berbagai kalangan. Banyak pihak yang tertarik menjadi tuan rumah bedah buku serupa, sementara permintaan cetak ulang terus berdatangan. Menanggapi antusiasme ini, Kang Eko Supriatno mengusulkan agar BRIMA menerbitkan buku lanjutan yang merangkum pandangan 12 pakar mengenai Kiai Embay.

advertisement Iklan Artikel 2

Sebagai seorang pemimpin, Kiai Embay tidak hanya berbicara tentang teori, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata. Perannya sebagai ulama, pengusaha, dan tokoh masyarakat menjadikannya panutan bagi banyak kalangan. Dengan adanya bedah buku ini, diharapkan nilai-nilai yang diwariskan Kiai Embay dapat terus menginspirasi generasi mendatang. ***