Tampilkan Ringkasan Artikel

Ringkasan Berita

  • Gubernur Banten Andra Soni memastikan harga gabah kering panen di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram melalui penyerapan oleh Perum BULOG.
  • Pemerintah Provinsi Banten mengajak petani dan Gapoktan untuk melapor jika menemukan pembelian gabah di bawah harga standar tersebut guna memaksimalkan pengawasan.
  • Pemprov Banten menargetkan peningkatan luas panen dan produksi padi pada 2025 melalui mekanisasi serta perbaikan infrastruktur irigasi dan pompanisasi.
AI Icon Ringkasan di Generate oleh MEOWCONNECT, BADAKPOS.com Artificial Intelligence

“Kita semua sudah berkomitmen, termasuk Perum BULOG. Bahkan BULOG tidak hanya menerima serapan gabah petani, tetapi juga akan melakukan jemput bola,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Andra juga meminta peran aktif para petani maupun Gapoktan agar menyampaikan kepada pemerintah ataupun anggota dewan di masing-masing daerah pemilihan (Dapil) jika masih ada yang membeli gabah di bawah harga Rp6.500 per kilogram.

Baca Juga:  Bebas Bea, Gubernur Banten Andra Soni Anjurkan Masyarakat Lakukan Balik Nama Kedua

“Tolong sampaikan jika kondisi di lapangan berbeda. Sampaikan kepada kami agar fungsi pengawasan dan pembinaan kami bisa maksimalkan,” ungkapnya.

advertisement Iklan Artikel 1
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andra menegaskan, Pemprov Banten berkomitmen terus berupaya meningkatkan hasil produksi panen petani.

Salah satunya melalui penambahan bantuan alat dan mesin pertanian serta akses jalan menuju pusat-pusat pertanian.

advertisement Iklan Artikel 2

“Luas hasil panen kita tahun 2024 mencapai 299.000 hektare dengan produksi sekitar 1,5 juta ton padi. Kemudian dengan penambahan Alsintan dan mekanisasi yang dilakukan, pada tahun 2025 ini diprediksi meningkat dua kaki lipat menjadi 530.000 hektare dengan produksi 2,8 juta ton,” paparnya.

Baca Juga:  Pengerjaan Proyek Jalan Serang-Pandeglang Dikeluhkan Karena Sebabkan Kemacetan Parah

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, Agus M Tauchid mengaku dirinya optimis target itu akan tercapai apalagi saat ini berbagai faktor penentu produksi padi sudah bisa diatasi.

“Seperti ketersediaan air. Saat ini kami bersama dinas teknis terkait sedang melakukan optimalisasi sejumlah irigasi sehingga pasokan ketersediaan air bisa tercukupi dengan baik,” katanya.

Selain itu, mekanisme pompanisasi juga terus dilakukan. Apalagi, sebagian besar wilayah persawahan kita masih tadah hujan.

“Artinya antara pompanisasi dan saluran irigasi itu kita padukan, sehingga ini semakin kuat,” imbuhnya. ***