Tampilkan Ringkasan Artikel

Ringkasan Berita

  • Gubernur Banten Andra Soni memastikan harga gabah kering panen di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram melalui penyerapan oleh Perum BULOG.
  • Pemerintah Provinsi Banten mengajak petani dan Gapoktan untuk melapor jika menemukan pembelian gabah di bawah harga standar tersebut guna memaksimalkan pengawasan.
  • Pemprov Banten menargetkan peningkatan luas panen dan produksi padi pada 2025 melalui mekanisasi serta perbaikan infrastruktur irigasi dan pompanisasi.
AI Icon Ringkasan di Generate oleh MEOWCONNECT, BADAKPOS.com Artificial Intelligence

BADAKPOS.COM, LEBAKGubernur Banten, Andra Soni turut serta pada Panen Raya Serentak di 14 provinsi bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto secara virtual.

Baca Juga:  SMSI Buka HPN 2026 dari Tanah Sejarah Banten, Ratusan Pemilik Media Ikuti Ekspedisi Banten Lama

Di Banten, Andra Soni bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Banten melaksanakan Panen Raya di Desa Pamengkang, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Senin (7/4/2025).

Usai panen padi dengan menggunakan mesin pemanen padi combine, Gubernur Andra melihat penyerapan hasil panen petani oleh Perum BULOG.

advertisement Iklan Artikel 1
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram.

“Tadi juga saya dapat laporan dari Gapoktan bahwasanya harga jual gabah yang diserap oleh BULOG sebesar Rp6.500 per kilogram,” kata Andra Soni.

Baca Juga:  Gubernur Banten Andra Soni Siapkan Hadiah Umroh Bagi Masyarakat Taat Bayar PKB

advertisement Iklan Artikel 2

Dikatakan Andra, harga itu harus diterapkan merata di seluruh petani. Kebijakan harga itu harus diketahui oleh seluruh petani, agar tidak ada lagi yang menjual hasil panennya di bawah harga tersebut.