Tampilkan Ringkasan Artikel

Ringkasan Berita

  • Tri Rismaharini menyoroti ironi tingginya angka kemiskinan di Banten padahal memiliki keunggulan geografis dekat dengan Jakarta.
  • Risma menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan UMKM rumahan untuk mengatasi kemiskinan keluarga.
  • Kunci kesuksesan UMKM menurut Risma terletak pada modernisasi kemasan produk dan strategi pemasaran yang relevan dengan tren pasar.
AI Icon Ringkasan di Generate oleh MEOWCONNECT, BADAKPOS.com Artificial Intelligence

BADAKPOS.COM, SERANG – Tingkat kemiskinan di Provinsi Banten menjadi sorotan tajam dari Tri Rismaharini, seorang pengurus dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Risma, sapaan akrabnya, menyatakan bahwa status Banten sebagai salah satu provinsi dengan angka kemiskinan tinggi di Jawa sangat ironis. Ia menekankan bahwa kedekatan geografis Banten dengan Jakarta, yang merupakan pusat pasar nasional, seharusnya menjadi kekuatan ekonomi yang besar, bukan sebuah kelemahan.

Gagasan ini disampaikannya dalam sebuah acara Saresehan Kebangsaan bertema “Perempuan Berdaya, Indonesia Raya”, yang menjadi puncak perayaan Bulan Bung Karno yang diselenggarakan oleh DPD PDIP Banten di Kota Serang pada Minggu, 22 Juni 2025. “Perjalanan dari Jakarta ke sini tidak sampai dua jam. Potensi geografis ini seharusnya menjadi kekuatan ekonomi kita,” ujarnya.

Baca Juga:  Langkah Nyata SMSI: Pokja News Room Jaga Desa Banten Resmi Dikukuhkan, Siap Dorong Digitalisasi Desa

Berbagi pengalamannya saat memimpin Surabaya, mantan Menteri Sosial ini mengungkapkan strategi jitu yang ia terapkan untuk menekan angka kemiskinan. Ia mengamati bahwa banyak keluarga tetap berada di garis kemiskinan meskipun sang suami telah bekerja keras sebagai tukang becak, buruh, atau sopir. Menurutnya, akar masalahnya adalah peran ibu dalam menopang ekonomi keluarga yang belum dioptimalkan.

advertisement Iklan Artikel 1
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Solusinya adalah dengan mendorong pemberdayaan perempuan melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis rumahan. Risma membeberkan bahwa kunci keberhasilan dari inisiatif ini terletak pada dua aspek fundamental: kemasan produk yang modern dan strategi pemasaran yang mampu mengikuti tren pasar. “Jangan jualan pakai model lama. Bungkusnya harus rapi, tampilan menarik. Orang akan menilai produk itu enak, sehat, dan layak beli,” jelasnya.

Baca Juga:  Wali Kota Serang Resmikan Kelas Baru dan Jalan Hotmix di SDN Banten Indah Permai

Dengan semangat, Risma menyerukan agar para perempuan di Banten menjadi pelopor kemandirian ekonomi keluarga. “Ayo kita militan. Kalau kita tidak ciptakan pasar, maka pasar itu akan diambil orang lain. Ini saatnya perempuan bangkit,” tegasnya di hadapan para peserta.

advertisement Iklan Artikel 2

Seruan ini diperkuat oleh Ketua DPD PDIP Banten, Ade Sumardi, yang menegaskan bahwa acara tersebut merupakan wujud komitmen partainya. Menurut Ade, sarasehan ini, yang merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan Bulan Bung Karno, bertujuan memberikan inspirasi agar UMKM yang dikelola kaum ibu dapat “naik kelas”, sejalan dengan semangat dan ajaran Bung Karno mengenai pentingnya pemberdayaan rakyat kecil. ***