Serang, BadakPos.com– Sebanyak 100 siswa-siswi kelas IX, pengurus OSIS, dan anggota PMR SMP Negeri 1 Baros mengikuti program edukasi pencegahan dan dampak bahaya narkoba yang digagas oleh Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 47 Universitas Bina Bangsa, Kamis (23/7/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Baros, Desa Panyirapan, Kecamatan Baros, ini dimulai pukul 08.00 hingga 09.30 WIB. Edukasi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap generasi muda agar memiliki benteng diri yang kuat dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkoba sejak usia remaja.
Acara dibuka secara resmi oleh pembawa acara Virda Sofwatun Nida. Dalam laporannya, Ketua Pelaksana KKM 47, Febriant Raka Putra, menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah memberikan ruang dan dukungan penuh.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada SMP Negeri 1 Baros yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Kami berharap edukasi ini bisa menjadi bekal bagi adik-adik semua untuk memahami risiko narkoba dan menjaga diri sejak dini,” ujar Febriant.
Sambutan dari pihak sekolah disampaikan oleh Dewi Setiawati, S.Pd., yang mewakili kepala sekolah. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendesak di tengah kondisi wilayah yang memerlukan perhatian ekstra terhadap pergaulan remaja.
advertisement
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif KKM 47. Edukasi seperti ini sangat penting sebagai langkah preventif. Saya mengajak seluruh peserta tidak hanya menyimak, tetapi juga menjadi duta informasi bagi teman-teman di lingkungan sekitar agar kita semua bisa bersama-sama menjauhi narkoba,” tutur Dewi dengan nada serius namun menyejukkan.
Materi utama disampaikan oleh narasumber Alfin Hazrullah, mahasiswa KKM 47 yang membawakan pemaparan secara sistematis dan mudah dicerna. Ia menjabarkan mulai dari definisi narkoba, landasan hukum di Indonesia, klasifikasi zat adiktif, dampak fisik dan psikis, hingga strategi pencegahan serta jalur rehabilitasi.
“Remaja adalah masa paling rentan. Karena itu, pemahaman harus diberikan secara utuh—bukan hanya soal efek sampingnya, tapi juga bagaimana menjauh dan apa yang harus dilakukan jika ada teman yang terjerumus,” jelas Alfin dalam sesi pemaparannya.
Antusiasme peserta terlihat jelas dalam sesi tanya jawab. Puluhan pertanyaan mengalir, mulai dari jenis narkoba yang paling banyak beredar di kalangan remaja, faktor lingkungan yang memicu penyalahgunaan, hingga langkah praktis yang dapat dilakukan siswa jika menemukan indikasi peredaran gelap di sekolah.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan sertifikat penghargaan kepada pihak sekolah serta narasumber. Diharapkan melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya menjadi generasi yang cerdas, tetapi juga agen perubahan yang aktif mengampanyekan gaya hidup sehat dan bebas narkoba di lingkungan masing-masing.
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 47 merupakan salah satu unit pengabdian masyarakat dari Universitas Bina Bangsa yang rutin menyelenggarakan program-program edukasi dan pemberdayaan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Baros.


Tinggalkan Balasan