Tampilkan Ringkasan Artikel

Ringkasan Berita

  • Presiden Prabowo Subianto memberikan nilai 6 dari 10 atas kinerja pemerintahannya selama hampir enam bulan, sebagai bentuk pengakuan bahwa masih banyak target yang harus diselesaikan.
  • Pengamat politik menilai pernyataan tersebut mencerminkan kesadaran Presiden akan ekspektasi publik yang belum sepenuhnya terpenuhi dan perlunya langkah korektif yang substansial.
  • Presiden menegaskan bahwa demonstrasi adalah hak demokrasi yang dijamin konstitusi, namun ia juga mewaspadai adanya kemungkinan aksi bayaran dan intervensi asing di balik gerakan masyarakat sipil.
AI Icon Ringkasan di Generate oleh MEOWCONNECT, BADAKPOS.com Artificial Intelligence

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintahannya yang sudah berjalan hampir enam bulan. Dalam pertemuan bersama tujuh pemimpin redaksi media nasional di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (6/4), Prabowo secara terbuka menyebut dirinya memberi nilai 6 dari 10.

Baca Juga:  Rencana Evakuasi Seribu Warga Gaza oleh Prabowo: Didukung DPR, Dipertanyakan MUI

“Anda minta saya kasih nilai untuk diri saya dalam lima bulan, terus terang saja saya bangga sekarang ini saya kasih nilai diri saya 6,” ujar Prabowo sembari berkelakar bahwa nilai itu “sudah lolos angka minimal”.

Presiden menyebut nilai tersebut sebagai bentuk pengakuan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dan ia ingin bekerja lebih cepat dalam menuntaskan berbagai target yang telah dijanjikan kepada publik.

advertisement Iklan Artikel 1
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan ini langsung mendapat respons dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan akademisi. Pengamat politik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Ahmad Sabiq, menilai bahwa nilai tersebut mencerminkan kesadaran Presiden akan ekspektasi publik dan beban janji kampanye yang belum seluruhnya terasa manfaatnya di masyarakat.

Baca Juga:  Harga Serapan Gabah Rp 6.500, Bupati Dewi: Terima Kasih Presiden Prabowo Subianto

“Nilai 6 dari 10 bisa dibaca sebagai pengakuan bahwa masa awal pemerintahannya belum sepenuhnya memuaskan, baik di mata publik maupun menurut penilaian internal,” ujar Sabiq, saat dihubungi Suara.com pada Selasa (8/4).

advertisement Iklan Artikel 2

Menurut Sabiq, pengakuan Presiden ini bisa menjadi pintu masuk untuk refleksi yang lebih dalam terhadap kinerja pemerintahan. Ia menambahkan, penilaian ini bisa dibaca sebagai sinyal bahwa Prabowo menyadari belum semua program berjalan maksimal, dan publik menantikan langkah nyata untuk mempercepat realisasi janji-janji politiknya.