Tampilkan Ringkasan Artikel

Ringkasan Berita

  • Seorang pendaki asal Brasil berinisial JDSP ditemukan meninggal dunia setelah jatuh ke jurang sedalam 600 meter di Gunung Rinjani.
  • Tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas Special Group berhasil menemukan korban setelah melakukan pencarian selama empat hari dengan bantuan drone thermal.
  • Proses evakuasi jenazah sempat terkendala cuaca buruk dan jalur pendakian menuju puncak dari arah Sembalun ditutup sementara selama proses penyelamatan berlangsung.
AI Icon Ringkasan di Generate oleh MEOWCONNECT, BADAKPOS.com Artificial Intelligence

BADAKPOS.COM, JAKARTA – Seorang pendaki wanita berkewarganegaraan Brasil, berinisial JDSP (27), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah jatuh ke jurang di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB). Korban ditemukan setelah proses pencarian dramatis yang berlangsung selama empat hari oleh tim SAR gabungan.

Baca Juga:  Bambang Pacul: Komisi III Tak Setujui Calon Hakim Agung karena Mekanisme Seleksi Bermasalah

Proses evakuasi jenazah dari dasar jurang dijadwalkan untuk dilanjutkan hari ini, Rabu (25/6/2025).

Kronologi Insiden dan Penemuan Korban

Insiden bermula pada Sabtu, 21 Juni 2025. Korban, yang mendaki bersama lima rekannya dan seorang pemandu wisata, dilaporkan mengalami kelelahan di area Cemara Tunggal saat menuju puncak.

advertisement Iklan Artikel 1
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Pemandu wisata menyarankan korban untuk beristirahat, sementara lima tamu lainnya melanjutkan perjalanan ke puncak,” kata Kepala Seksi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Osman.

Namun, saat rombongan kembali, korban sudah tidak berada di lokasi istirahatnya. Kecurigaan muncul ketika pemandu melihat seberkas cahaya senter dari dasar tebing sedalam ratusan meter.

Baca Juga:  Ketum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Himbau Kepada Pengurus dan Anggota Ikut PKPA Atau Pendidikan Mediator

advertisement Iklan Artikel 2

“Pemandu curiga cahaya senter itu milik korban, kemudian langsung menghubungi petugas untuk meminta bantuan evakuasi,” tambah Nikolas.