Tampilkan Ringkasan Artikel

Ringkasan Berita

  • Program Berani Sehat (Sehati) di Poso menyediakan akses layanan kesehatan gratis berbasis NIK untuk mengatasi hambatan biaya dan meningkatkan pemerataan kualitas medis.
  • Implementasi program telah berhasil menurunkan angka kasus penyakit menular seperti DBD serta menekan tingkat kematian bayi dan balita melalui penguatan fasilitas kesehatan primer.
  • Keberhasilan program didorong oleh kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat melalui Posyandu guna mendukung pencapaian Universal Health Coverage di Sulawesi Tengah.
AI Icon Ringkasan di Generate oleh MEOWCONNECT, BADAKPOS.com Artificial Intelligence

Evaluasi pelaksanaan program Berani Sehat memperlihatkan bahwa layanan puskesmas dan fasilitas kesehatan primer kini menjadi lebih optimal dan inklusif. Hal ini sejalan dengan upaya mencapai Universal Health Coverage (UHC) di Provinsi Sulawesi Tengah, di mana Kabupaten Poso berperan signifikan dalam pencapaian tersebut. Dengan peningkatan akses dan kualitas pelayanan, angka kematian bayi dan balita yang selama ini menjadi tantangan utama dapat ditekan secara signifikan.

Baca Juga:  Dugaan Penahanan Ijazah di Surabaya: Polemik Hukum dan Aksi Wakil Wali Kota

Lebih luas lagi, program Berani Sehat tidak hanya memberikan manfaat langsung berupa pelayanan kesehatan yang lebih baik, tetapi juga membuka peluang sosial dan ekonomi yang lebih luas. Dengan masyarakat yang sehat dan produktif, Poso dapat mengurangi beban biaya pengobatan dan meningkatkan daya saing wilayah.

Keterlibatan lintas sektor, mulai dari pemerintah desa hingga tokoh masyarakat, menjadi kekuatan utama dalam mensukseskan program ini. Melalui pendekatan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat, keberlanjutan program Berani Sehat diharapkan mampu membawa perubahan nyata di Poso.

advertisement Iklan Artikel 1
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa capaian yang telah terlihat antara lain:

Baca Juga:  Truk Terobos Rel, Asisten Masinis KA Jenggala Gugur di Tempat

· Penurunan signifikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan peningkatan angka bebas jentik di beberapa kawasan rawan.
· Peningkatan kualitas layanan dan akses yang lebih inklusif di puskesmas dan fasilitas kesehatan primer sepanjang tahun 2025.
· Penurunan angka kematian bayi dan balita sebagai dampak dari peningkatan pelayanan kesehatan dan intervensi gizi.

advertisement Iklan Artikel 2

Gubernur Sulawesi Tengah dalam dukungannya terhadap Program Berani Sehat menyatakan:
“Berani Sehat Sehati bukan hanya program layanan kesehatan semata, tetapi merupakan komitmen pemerintah dalam memastikan hak setiap warga untuk memperoleh akses kesehatan yang adil dan merata tanpa terkendala biaya administratif. Ini adalah langkah strategis menuju pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.”