Tampilkan Ringkasan Artikel

Ringkasan Berita

  • SMSI mengukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa sebagai bentuk komitmen menjadikan desa sebagai garda depan dan etalase negara.
  • Hasyim Djojohadikusumo menegaskan pentingnya media menyampaikan informasi berdasarkan data dan fakta untuk mendukung stabilitas nasional.
  • Hasyim Djojohadikusumo menyatakan kesiapannya untuk mengawal usulan renovasi Gedung Dewan Pers kepada Menteri Komunikasi dan Digital.
AI Icon Ringkasan di Generate oleh MEOWCONNECT, BADAKPOS.com Artificial Intelligence

Hasil dari dialog akan menjadi masukan, koreksi, dan rekomendasi bagi pemerintah. ‘’Sebagai penasehat Presiden masukan-masukan dari kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan,’’tambahnya.

Hal hal lain yang juga disampaikan Hasyim S Djoyohadikusumo yang spesifik adalah merespon usulan Ketua SMSI, Drs Firdaus Msi, yakni kondisi Gedung Dewan Pers yang sudah tidak representatif. Menurut Firdaus gedung yang menjadi episentrum, sekaligus kawah Candradimuka Pers Indonesia perlu ditingkatkan performasnya.

Baca Juga:  Menteri Sosial Saifullah Yusuf Ungkap Solusi Entaskan Kemiskinan Berbasis DTSEN dan Sekolah Rakyat

‘’Di tempat ini Dewan Pers bermarkas, segala kegiatan Dewan Pers digerakkan dari gedung ini, tetapi konstituen belum bisa diakomodir. Jadi mereka (Konsituen) terpisah-pisah sesuai dengan kondisi masing-masing,’’urai Firdaus.
Terhadap usulan itu, Hasyim merespon sangat positif, dan berjanji akan menindaklanjuti dengan Komdigi. ‘’Sayang saya baru dapat masukan ini sekarang, kemarin baru saja bertemu dan dialog panjang lebar dengan Mekomdigi, Meutya Hafid,’’ ujar Hasyim lagi.

Respon semacam itu langsung mendapat aplaus dari peserta yang hadir di Hall Dewan Pers. Kegiatan pengukuhan dihadiri tidak kurang dari seratus peserta berikut undangan. Kegiatan ditutup dengan dialog nasional menghadirkan Prof Dr Achmad Riyad U.B PhD Dewan Penasehat SMSI Jawa Timur, kemudian pakar ekonomi dan Perbankan

Baca Juga:  Buntut Serangan AS, Iran Siap Blokade Selat Hormuz dan Picu Krisis Energi Global
advertisement Iklan Artikel 1
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dialog sangat menarik dan menghadirkan tanggapan kritis, apalagi dipandu secara bernas oleh Prof Dr Albertus Wahyu Rudhanto, MC guru besar dari PTIK. (Bp1)