Tampilkan Ringkasan Artikel

Ringkasan Berita

  • Presiden Prabowo Subianto dinilai memiliki modal politik kuat dan karakter nasionalis yang dibentuk oleh pengalaman panjangnya di berbagai bidang pemerintahan serta militer.
  • Tantangan utama pemerintahan Prabowo terletak pada transformasi kapasitas personal presiden menjadi kapasitas institusional yang mencakup supremasi hukum, birokrasi profesional, dan tata kelola yang baik.
  • Program Makan Bergizi Gratis menjadi simbol ambisi kebijakan Prabowo yang memerlukan standar tata kelola ketat dan pengawasan sistemik agar implementasinya berjalan efektif bagi generasi masa depan.
AI Icon Ringkasan di Generate oleh MEOWCONNECT, BADAKPOS.com Artificial Intelligence

Menteri bukan sekadar pelaksana perintah presiden. Menteri adalah penyaring, penerjemah dan penguji gagasan presiden. Seorang menteri seharusnya mampu mengatakan kepada presiden:

“Ini bisa dilakukan.” – “Ini terlalu mahal.”- “Ini berisiko.”- “Ini harus ditunda.”- “Ini sebaiknya dilakukan dengan cara berbeda.” Jika semua menteri hanya berkata siap, Pak, presiden justru kehilangan salah satu sumber informasi terpentingnya. Kabinet yang sehat bukan kabinet yang selalu kompak dalam arti selalu setuju.

Baca Juga:  Penanggulangan TBC di Pandeglang : Kolaborasi sebagai Kunci dari Lini Depan Layanan Kesehatan

Kabinet yang sehat adalah kabinet yang berani berbeda pendapat di ruang rapat, tetapi kompak ketika keputusan telah dibuat. Karena itu, kualitas kabinet Prabowo tidak semestinya diukur dari banyaknya tokoh terkenal di dalamnya atau besarnya koalisi politik yang mendukungnya. Ukuran sesungguhnya adalah output. Berapa masalah yang selesai? Berapa kebijakan yang benar-benar bekerja? Berapa rupiah anggaran yang menghasilkan manfaat? Berapa banyak birokrasi yang menjadi lebih sederhana? Dan yang paling penting: apakah kehidupan rakyat menjadi lebih baik?

advertisement Iklan Artikel 1
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Catatan dan Harapan ke Depan

Setelah mendekati dua tahun, saya melihat sedikitnya lima hal yang perlu menjadi perhatian Prabowo.Pertama, jangan terlalu bergantung pada kekuatan personal presiden. Presiden yang kuat memang diperlukan, tetapi Indonesia membutuhkan institusi yang kuat lebih daripada figur yang kuat. Masa jabatan presiden akan berakhir, sedangkan institusi harus bertahan. Kedua, perkuat meritokrasi. Jangan sampai loyalitas politik lebih menentukan daripada kemampuan profesional. Negara terlalu besar untuk dikelola dengan prinsip kedekatan.

Baca Juga:  Satpam Dapur SPPG Ciputat Ditangkap Usai Curi Ribuan Wadah Makan Siang Gratis untuk Beli Narkoba

advertisement Iklan Artikel 2

Ketiga, jaga disiplin fiskal. Program populis dapat disukai rakyat, tetapi negara tidak boleh mengabaikan matematika anggaran. Setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah harus mempunyai social return yang jelas. Keempat, perbaiki komunikasi publik. Presiden dan para menterinya perlu lebih terbuka terhadap kritik. Kritik bukan sabotase. Kritik adalah mekanisme koreksi. Kelima, jangan menyamakan negara kuat dengan pemerintah yang tidak boleh dikritik.