Tampilkan Ringkasan Artikel

Ringkasan Berita

  • FISIP UNMA melaksanakan pengabdian masyarakat dengan memberikan bantuan perlengkapan sekolah kepada 100 siswa di Desa Muruy, Pandeglang.
  • Kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak sekaligus memberikan motivasi belajar bagi siswa pedesaan.
  • Pihak universitas menegaskan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.
AI Icon Ringkasan di Generate oleh MEOWCONNECT, BADAKPOS.com Artificial Intelligence

Pandeglang, (Badakpos.com) — Puluhan anak berbaris rapi di halaman Madrasah Diniyah Awaliah (MDA), Desa Muruy, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang. Di tangan mereka tergenggam tas sekolah baru. Di kejauhan, para orang tua memperhatikan dengan wajah lega.

Baca Juga:  Pastikan Pelayanan Optimal, Wabup Iing Pantau Layanan RSUD Berkah Pandeglang

Bagi sebagian keluarga di desa itu, membeli tas, buku tulis, dan alat tulis bukan perkara ringan. Kebutuhan sekolah sering harus menunggu setelah kebutuhan rumah tangga terpenuhi.

Situasi itulah yang melatarbelakangi Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Peduli Pendidikan di Pedesaan, Mencerdaskan Anak Bangsa” yang diselenggarakan Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA).

advertisement Iklan Artikel 1
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puluhan dosen dari FISIP, Fakultas Hukum (FH), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) bersama mahasiswa menyerahkan perlengkapan sekolah kepada sekitar 100 siswa Madrasah Diniyah Awaliah (MDA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Kegiatan itu juga diisi dengan penyuluhan dan motivasi belajar agar anak-anak tetap percaya diri menempuh pendidikan.

Baca Juga:  Bupati Perintahkan OPD Segera Ajukan SPM ke BPKAD

Bagi Universitas Mathla’ul Anwar, pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Pendidikan dipandang bukan hanya urusan sekolah, melainkan tanggung jawab bersama.

advertisement Iklan Artikel 2

Dokumen kegiatan menyebutkan, program tersebut disusun sebagai respons atas masih besarnya beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, terutama di wilayah pedesaan. Selain membantu mengurangi pengeluaran orang tua, kegiatan itu juga diarahkan untuk meningkatkan semangat belajar siswa sejak usia dini.