Ringkasan Berita
- Seorang pendaki asal Brasil berinisial JDSP ditemukan meninggal dunia setelah jatuh ke jurang sedalam 600 meter di Gunung Rinjani.
- Tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas Special Group berhasil menemukan korban setelah melakukan pencarian selama empat hari dengan bantuan drone thermal.
- Proses evakuasi jenazah sempat terkendala cuaca buruk dan jalur pendakian menuju puncak dari arah Sembalun ditutup sementara selama proses penyelamatan berlangsung.
Tim SAR gabungan segera memulai operasi pencarian. Setelah tiga hari terkendala medan curam dan cuaca berkabut, titik keberadaan korban akhirnya terdeteksi pada Senin (23/6) pagi menggunakan drone thermal.
Evakuasi Ekstrem dan Konfirmasi Kematian
Upaya untuk menjangkau korban memuncak pada Selasa (24/6), di mana Badan SAR Nasional (Basarnas) menerjunkan tim elite Basarnas Special Group (BSG) untuk membantu proses evakuasi.
“Pukul 18.00 WITA, satu orang rescuer dari Basarnas, atas nama Khafid Hasyadi, berhasil menjangkau korban pada kedalaman sekitar 600 meter,” kata Kepala Basarnas, Marsekal Madya Mohammad Syafii.
Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dipastikan sudah tidak bernyawa. “Tim yang menyusul turun mengonfirmasi korban dalam kondisi meninggal dunia, selanjutnya jenazah dibungkus (wrapping),” lanjutnya.
Proses pengangkatan jenazah sempat dihentikan pada pukul 19.00 WITA karena visibilitas yang sangat terbatas akibat cuaca buruk.
advertisement
“Diputuskan evakuasi korban akan dilanjutkan pada hari Rabu tanggal 25 Juni pukul 06.00 WITA dengan metode lifting (diangkat ke atas),” jelas Syafii.


Tinggalkan Balasan