Tampilkan Ringkasan Artikel

Ringkasan Berita

  • JSIT Indonesia Wilayah Banten menggelar Muswil ke-6 untuk memperkuat kolaborasi, inovasi, dan tata kelola organisasi pendidikan.
  • Gubernur Banten Andra Soni mengajak JSIT untuk berkolaborasi dan memberikan masukan dalam menyukseskan program sekolah gratis di provinsi tersebut.
  • Muswil ke-6 secara resmi menetapkan Kuserin sebagai Ketua JSIT Indonesia Wilayah Banten periode 2025-2029.
AI Icon Ringkasan di Generate oleh MEOWCONNECT, BADAKPOS.com Artificial Intelligence

Ketua JSIT Indonesia Wilayah Banten terpilih, Kuserin berharap dukungan dari banyak pihak untuk menjalankan amanah pengurus mendatang.

“Kedatangan Bapak gubernur ini sinyal dukungan untuk JSIT Indonesia wilayah Banten. Mudah-mudahan JSIT terus mendapatkan arahan dari gubernur, kepala dinas dan yayasan serta sekolah sehingga kita terus berkolaborasi untuk menciptakan generasi bangsa yang lebih hebat,” ujarnya.

Baca Juga:  Dua Tahun Berlalu, Pelaku Penganiayaan Anak di Pandeglang Belum Ditahan, Keluarga Korban Justru Diteror LSM

Sementara itu, sambutan dari JSIT Indonesia disampaikan oleh Bendahara Umum JSIT Indonesia, Siti Masruroh, S.E., M.Si. Ia menjelaskan bahwa Muswil dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola organisasi.

advertisement Iklan Artikel 1
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Muswil ini diserentakkan karena merupakan bagian dari langkah pengurus pusat dalam menata masa kepengurusan organisasi. Periode kepengurusan saat ini akan berakhir pada 2025 dan ke depan akan diserentakkan hingga 2029, dengan sistem dan standar yang ditetapkan oleh pusat, termasuk pengaturan teknisnya,” jelasnya.

Baca Juga:  Tekan Angka Kematian, Pemkab Pandeglang Giatkan Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode HPV DNA

Ia juga menambahkan bahwa pada waktu yang bersamaan, Muswil JSIT juga dilaksanakan di wilayah NTB dan Papua.

advertisement Iklan Artikel 2

Lebih lanjut, Siti Masruroh menegaskan bahwa pengurus pusat memiliki visi dan misi yang harus dihidupkan di tingkat wilayah, untuk kemudian disosialisasikan hingga ke para pelaksana di satuan pendidikan, khususnya kepala sekolah dan guru.