Ringkasan Berita
- Seleksi CAT Tenaga Kesehatan Haji 2026 bagi apoteker akan mencakup regulasi terbaru berdasarkan Perpres Nomor 92 Tahun 2025 dan kebijakan operasional BP Haji.
- Materi ujian bagi apoteker meliputi kompetensi teknis kefarmasian, pengelolaan rantai dingin obat dan vaksin, serta pemahaman mendalam terhadap Formularium Obat Haji Indonesia.
- Peserta seleksi wajib menguasai logika aritmetika dasar, kemampuan analisis situasi medis, serta keterampilan komunikasi bahasa Arab dan Inggris untuk pelayanan jemaah di lapangan.
Kompetensi Kefarmasian dan Pengelolaan Obat
Bagi profesi apoteker, kompetensi teknis kefarmasian menjadi bobot penilaian tertinggi. Soal-soal yang diujikan mencakup pengelolaan obat, formularium haji, hingga penanganan kegawatdaruratan medis.
“Seorang apoteker TKHI menerima 3 koli vaksin meningitis dari embarkasi yang harus disimpan pada suhu 2-8 derajat Celcius. Selama perjalanan 6 jam menuju pemondokan di Makkah, metode penyimpanan yang paling tepat adalah…”
Jawaban yang diharapkan adalah penggunaan cool box dengan ice gel yang dikalibrasi dan dilengkapi data logger untuk memonitor suhu selama transit. Hal ini menunjukkan pentingnya manajemen rantai dingin (cold chain management) dalam distribusi vaksin.
Selain itu, pemahaman tentang Formularium Obat Haji Indonesia juga menjadi materi wajib. Contohnya, penanganan serangan asma akut yang harus tersedia di kantong kesehatan jemaah adalah Salbutamol Inhaler atau Nebulizer sebagai bronkodilator kerja cepat lini pertama.
Logika, Analisis, dan Aritmetika Dasar
Kemampuan berpikir logis dan analitis menjadi bagian tak terpisahkan dari seleksi. Berikut contoh soal aritmetika yang menguji kemampuan kalkulasi peserta:
advertisement
“Sebuah kloter terdiri dari 390 jemaah. Jika 15 persen dari total jemaah adalah lansia dan 60 persen dari lansia tersebut adalah perempuan, berapa jumlah jemaah lansia perempuan?”


Tinggalkan Balasan